Glorify God through your life

Bersyukurlah atas apa yang Dia kerjakan dalam diri kita. Ingatlah akan pengorbananNya di atas kayu salib di bukit Golgota.

Kamis, 29 Juli 2010

Silent Night

Silent night, Holy night
All is calm, all is bright
Round yon Virgin Mother and Child
Holy Infant so tender and mild
Sleep in Heavenly peace
Sleep in Heavenly peace

Silent night, Holy night
Shepherds quake at the sight
Glories stream from Heaven afar
Heavenly hosts sing Hallelujah
Christ, the Savior is born
Christ, the Savior is born

Silent night, Holy night
Son of God, love’s pure light
Radiant beams from thy Holy face
With the dawn of redeeming grace
Jesus, Lord, at thy birth
Jesus, Lord, at thy birth

Rabu, 28 Juli 2010

Komitmen Seumur Hidup (Yos 24:15)

Kondisi yang mengecewakan, kawan yang tidak lagi bersahabat, serta tidak adanya harapan untuk mendapatkan pertolongan sering menjadi penyebab seseorang menjadi lupa diri dan melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Kejadian inilah yang dihadapai Yosua di masa tuanya setelah berhasil merebut Kanaan. Bangsa Israel seolah-olah sudah tidak ingat akan segala campur tangan dan pertolongan Tuhan terhadap kehidupan mereka dalam mengalahkan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi sungguh luar biasa apa yang ditunjukkan oleh Yosua. Ditengah-tengah situasi yang seperti itu Yosua berkomitmen untuk tetap mempercayai Tuhan yang benar yang menuntun dia selama ini. Bahkan tidak hanya dirinya sendiri, namun seluruh anggota keluarganya dia bawa untuk tetap hidup di dalam Tuhan. Bisakah kita meniru sikap seperti ini atau justru kita yang ikut terbawa situasi dan kondisi yang ada yang memisahkan kita dari Tuhan?

isa

Selasa, 27 Juli 2010

Hukum Kasih (Matius 22:37-39)

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Senin, 26 Juli 2010

Doa Bapa Kami (Mat 6:9-13)

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Jumat, 23 Juli 2010

Bahaya dari Rutinitas Keagamaan (Luk 18:9-14)

Orang Farisi adalah salah satu kelompok pada masyarakat Yahudi yang mampu menunjukkan superioritasnya dalam upacara maupun kegiataan keagamaan mereka. Tidak ada seorangpun yang menyangkal aktivitas mereka tersebut. Bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan jika hidup keagamaan kita tidak lebih dari mereka maka kita tidak layak untuk mendapatkan kerajaan sorga. Akan tetapi justru rutinitas mereka itulah yang membuat mereka jatuh tanpa mereka sadari. Mereka menganggap dengan segala apa yang mereka lakukan sudah cukup untuk menyenangkan hati Tuhan. Sehingga membuat mereka kemudian meremehkan dan merendahkan orang lain yang tidak mampu bersikap ataupun bertindak seperti mereka, misalnya para pemungut cukai. Namun demikian kesombongan yang dibalut dengan segala rutinitas keagamaan inilah yang dicela oleh Tuhan Yesus. Segala rutinitas keagamaan yang tidak disertai dengan kerendahan hati sesungguhnya merupakan salah satu sikap meninggikan diri sendiri. Oleh karena itu hendaklah kita bercermin dari penolakan Tuhan akan orang Farisi ini untuk segala aktivitas keagamaan kita.

isa