Glorify God through your life

Bersyukurlah atas apa yang Dia kerjakan dalam diri kita. Ingatlah akan pengorbananNya di atas kayu salib di bukit Golgota.

Rabu, 01 September 2010

Hanya Di Dalam Yesus Ada Keselamatan (Kis 4:12)

Adakah harapan bagi manusia yang berdosa untuk dapat menuju sorga? Pertanyaan ini selalu mengganggu setiap dari kita yang menyadari keberdosaan kita dan begitu ngerinya hukuman yang akan Tuhan berikan kepada setiap kita. Rasul Petrus melalui pengalaman pribadi ketika selalu bersama Kristus memberikan keyakinan yang pasti bahwa hanya di dalam Dialah keselamatan itu menjadi mungkin bagi manusia yang berdosa. Siapakah Dia yang dimaksudkan oleh rasul Petrus? Rasul Petrus memberikan pernyataan bahwa Yesus lah yang dia maksudkan sebagai pribadi yang sanggup menyelamatkan kita. Mengapa hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita? Apakah ada orang lain yang sanggup memberikan keyakinan seperti itu? Jawabannya sungguh mengagumkan kita semua. Karena Yesus ialah Tuhan. Jika Yesus adalah Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Dia untuk menyelamatkan orang berdosa. Kalau manusia yang berjanji kita bisa meragukan apa yang dia katakan, namun jika Tuhan yang menjanjikan semuanya berbeda. Oleh karena itu jika keselamatan ingin menjadi bagian kita, percayalah kepada Tuhan Yesus. Biarkan Dia bekerja di dalam hidup kita dan kita akan melihat dan mengerti dengan benar bahwa Dia adalah Tuhan yang pernah menjadi manusia yang mengerti setiap pergumulan kita dan sanggup memberikan pertolongan dan lebih penting yaitu keselamatan hidup kita.

Rabu, 25 Agustus 2010

Fill My Eyes O My God

Fill my eyes, O my God
With a vision of the cross
Fill my heart with love for Jesus, the Nazarene
Fill my mouth with Thy praise
Let me sing through endless days
Take my will, let my life be wholly Thine.

Di Jalan Hidupku

DIHIDUPKU ‘KU ADA SOBAT YANG SETIA,
YANG SNANTIASA BERJALAN SERTAKU
MASA GELAP DIBUATNYA TERANG CERIA
ITULAH YESUS, JURUSLAMATKU

REF:
KU TAK CEMAS KAN JALAN YANG NAIK TURUN
LEWAT LEMBAH DAN GUNUNG YANG TERJAL
SEBAB TUHAN BERJALANLAH DISAMPINGKU
MEMIMPINKU KE NEGRI YANG KEKAL

O KASIHNYA BESARLAH TIADA TARANYA
DENGAN RELA DIA MATI BAGIKU
KEPADANYA KUSRAHKAN JIWA DAN RAGA,
SEJAK ITU DIA BIMBINGKU S’LALU

Sabtu, 21 Agustus 2010

Sedikit Demi Sedikit

Sedikit demi sedikit
Tiap hari tiap sifat
Yesus mengubahku (Dia ubahku)
Sejak ku terima Dia
Hidup dalam anugrahNya
Yesus mengubahku

Reff:
Dia ubahku (Dia ubahku)
Oh Juruselamat
Ku tidak mau s'perti yang dulu lagi
Meskipun nampak lambat namun kutahu
Ku pasti sempurna nanti!

Panggilan Untuk Menderita (Filipi 1:29)

Pada saat seseorang mulai percaya kepada Kristus banyak harapan yang ingin dia dapatkan melalui sikap percayanya tersebut. Janji-janji Allah yang tersebar di seluruh Kitab Suci seolah-olah dikalim akan dia peroleh sejalan dengan kepercayaannya itu. Apakah hal itu salah? Tentu saja tidak. Rasul Paulus melalui suratnya kepada Jemaat di Filipi memberikan penegasan kepada kita semua bahwa kita dipanggil untuk percaya kepada Kristus. Namun hal itu tidak berhenti pada bagian itu saja, kalimat berikutnya justru mungkin menjadi lawan bagi sebagian besar orang Kristen. Mengapa? Pada saat Paulus mengatakan bahwa kita dipanggil juga untuk menderita di dalam Kristus merupakan perkataan yang sangat tidak kita sukai. Kalau Kristus sudah memanggil kita mengapa Dia menghendaki kita juga untuk menderita di dalamNya. Dengan pemahaman yang seperti ini tidak jarang ketika seseorang mengalami hal yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya jarang sekali yang sadar bahwa kejadian itu bisa jadi merupakan bagian dari iman percaya kita. Justru yang muncul sebaliknya, mereka mulai menyalahkan Tuhan karena menurut mereka Dia tidak dapat melepaskan atau menolong pada saat mereka mengalami sesuatu yang buruk. Penderitaan sesungguhnya merupakan bagian yang pasti kita alami pada waktu kita percaya kepada Kristus. Oleh karena itu janganlah kaget apabila suatu saat Kristus menghendaki kita untuk mengalami masa-masa yang sukar seperti ini. Sama seperti pada saat Dia ada di dalam dunia mengalami penderitaan yang begitu rupa, itu merupakan teladan bagi kita semua sebagai pengikutNya bahwa ada waktu-waktu tertentu Tuhan ijinkan penderitaan itu kita alami. Melalui penderitaanlah iman percaya kita akan diuji kemurniannya. Apakah kita benar-benar pengikut Kristus yang sejati atau bukan. Alamilah hidup yang bergantung seutuhnya kepadaNya di dalam berbagai macam kondisi dan permasalahan yang ada maka kita akan melihat kuasaNya, pertolonganNya dan kasiNya nyata bagi kita.

isa